Sukabumi – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi. Acara yang berlangsung di Hotel Pangrango Sukabumi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah, asosiasi bisnis, dan lembaga swadaya masyarakat, dipimpin oleh Ketua Bapemperda, Bayu Permana.
Kegiatan FGD ini juga melibatkan sejumlah anggota Bapemperda serta anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, dengan perwakilan dari berbagai instansi terkait seperti BAPPELITBANGDA, DPMPTSP, Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Bayu Permana menyatakan bahwa kehadiran perwakilan dari berbagai asosiasi dan pelaku usaha, seperti APINDO, KADIN Kabupaten Sukabumi, dan HIPMI, diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif untuk menyusun regulasi yang pro-investasi.
“Tujuan utama FGD ini adalah menyusun regulasi yang dapat memberikan insentif dan kemudahan bagi para investor. Dalam situasi ekonomi yang semakin kompleks, kebijakan yang mendukung investasi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan,” jelas Bayu.
Dia menambahkan, “Kami ingin menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Sukabumi. Dengan adanya insentif dan kemudahan, diharapkan lebih banyak investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya di sini, sehingga dapat mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.”
Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja yang lebih baik untuk menarik investasi ke Kabupaten Sukabumi. “Regulasi yang dihasilkan juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, seperti terbukanya lapangan pekerjaan baru dan peningkatan kesejahteraan,” paparnya.
Bayu menegaskan, Raperda ini tidak hanya berpihak pada investor, tetapi juga pada masyarakat. “Dengan adanya investasi yang masuk, diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
FGD ini menjadi langkah strategis DPRD Kabupaten Sukabumi dalam merespons tantangan ekonomi global. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan Raperda tentang Insentif dan Kemudahan Investasi dapat menjadi instrumen efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sukabumi.
“Ini menegaskan komitmen kami DPRD dan Pemda untuk terus berinovasi dalam menciptakan kebijakan yang pro-rakyat dan pro-investasi, demi masa depan ekonomi daerah yang lebih baik,” tandasnya.
Komentar